10 Tips untuk Hindari Penipuan saat Membeli Rumah di Lombok

Menggapai impian memiliki rumah mungkin bukan perkara mudah, terutama dengan tantangan ekonomi yang dihadapi banyak orang. Namun, risiko penipuan saat membeli rumah juga perlu diwaspadai. Sebelum Anda terjebak dalam kesalahan finansial yang bisa merugikan, berikut beberapa tips santai namun formal untuk memastikan pembelian rumah Anda berjalan lancar:

  1. Ketahui Reputasi Developer
    Mulailah dengan memahami reputasi developer. Teliti portofolio proyek-proyek mereka melalui website dan media sosial. Cek pula pemberitaan di media dan internet untuk memastikan bahwa developer tersebut tidak memiliki kasus negatif yang merugikan konsumennya.
  2. Perhatikan Legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM) & Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    Pastikan rumah yang akan Anda beli memiliki legalitas yang sesuai. Tanyakan kepada developer mengenai kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hindari membeli jika dokumen-dokumen ini belum lengkap.
  3. Tanyakan Kejelasan Sertifikat Rumah
    Pastikan sertifikat rumah dapat beralih ke nama Anda. Ini penting untuk kelancaran proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank.
  4. Jangan Membayar Down Payment (DP) sebelum KPR Disetujui
    Hindari membayar DP sebelum pinjaman disetujui oleh bank. Ini menghindarkan risiko kehilangan uang DP jika KPR ditolak.
  5. Pelajari Kewajiban Developer
    Baca dengan cermat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk memahami kewajiban developer jika terjadi wanprestasi.
  6. Jadwalkan Penandatanganan Akta Jual Beli (AJB)
    Setelah setuju dengan PPJB, segera jadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
  7. Hindari Transaksi di Bawah Tangan
    Jual beli rumah di bawah tangan sangat berisiko. Lakukan transaksi resmi dengan pembuatan AJB di hadapan notaris.
  8. Beli Rumah Secara KPR
    Pembelian rumah dengan sistem KPR lebih aman karena developer harus mendapatkan rekomendasi dari perbankan.
  9. Pahami Reputasi Developer lewat Asosiasi
    Periksa reputasi developer melalui asosiasi seperti REI dan Apersi. Tanya mengenai track record mereka untuk memastikan kredibilitas.
  10. Hati-hati dengan Developer Berkedok Syariah
    Cek perijinan lahan developer berkedok syariah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan konfirmasi langsung ke pengembangnya untuk menghindari potensi penipuan.

Semoga tips ini membantu Anda mencapai impian memiliki rumah tanpa menghadapi risiko penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

 

 / 

Sign in

Send Message

My favorites

slot888 joker123 joker123 ladangbola789