Tentang Hotel Lombok Mandalika Property

Lombok Mandalika Property merupakan salah satu properti terbesar di Indonesia yang sering membuat banyak proyek besar. Bahkan beberapa di antaranya adalah proye┬Čk properti terbesar yang ada di Asia. Proyek ini mengacu pada pengembangan sektor pariwisata di Pulau Lombok dan bertujuan untuk mendorong peningkatan kedatangan wisatawan, baik lokal maupun asing. Oleh karena itu, tidak heran jika proyek skala besar ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Sebelum adanya proyek ini, sektor pariwisata Pulau Lombok sempat mengalami penurunan wisatawan internasional dengan jumlah yang cukup besar, yakni 36 persen atau 78.930 wisatawan per tahunnya. Penurunan wisatawan disebabkan oleh bencana alam yang sempat terjadi di Pulau Lombok pada pertengahan tahun lalu. Meski begitu, kondisi pariwisata Lombok masih merasakan dampaknya hingga Januari 2019. Kemudian jika dilihat dari wisatawan internasional yang datang lewat jalur udara, Pulau Lombok hanya mengalami pertumbuhan sebesar 14,3 persen.

Kehadiran Lombok Mandalika Property menurut Manager Research & Consultancy Coldwell Banker dapat memacu sektor properti dan pariwisata di Pulau Lombok. Harga lahan properti di berbagai titik tertentu akan mengalami kenaikan yang cukup drastis. Contohnya di kawasan lingkar selatan Jempong yang menjadi area wacana perpindahan pusat pemerintah dari Kota Mataram kesana. Tidak hanya itu saja, beberapa wilayah di Lombok juga akan mengalami pengembangan pada destinasi wisata yang dinilai potensial. Khususnya di daerah Lombok Timur, Lombok Selatan, dan Kota Mataram yang akan dijadikan sebagai kawasan destinasi baru.

Pasca terjadinya bencana alam di Lombok beberapa waktu silam, pemerintah daerah gencar untuk membangkitkan perekonomian setempat dan mencoba untuk menghidupkan pasar properti, khususnya hotel-hotel di Nusa Tenggara Barat. Kenaikan harga tiket yang tinggi juga menjadi dampak negatif yang membuat banyak wisatawan domestik enggan untuk datang ke Pulau Lombok dan beberapa kegiatan korporasi dari swasta terpaksa dibatalkan. Akibatnya banyak agen travel dan online travel agent yang mengalami penurunan pendapatan secara signifikan. Melihat hal tersebut, tidak heran jika pemerintah pusat dan daerah memberi perhatian lebih terhadap kejadian ini.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang biasa dikenal dengan Indoensia Tourism Development Corporation (ITDC), berencana untuk membuka Hotel Pullman di kuarta IV 2021 nanti. Hal inilah yang membuat Lombok Mandalika Property berusaha agar proses pembangunan dan penyelesaian bisa rampung sebelum deadline yangs udah ditentukan. The Mandalika adalah salah satu dari kelima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang dikembangkan di Indonesia. Pembangunan Hotel Pullman sendiri bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pariwisata. Mendorong percepatan proses pembangunan Hotel Pullman menjadi komitmen yang dipegang oleh Lombok Mandalika Property mengingat proyek besar-besaran ini telah menghabiskan dana investasi Kuta Lombok hingga miliaran rupiah.

Proyek Hotel Pullman ini nantinya akan menjadi hotel bintang lima di lahan dengan luas 27.000 meter persegi dan memiliki 257 kamar yang terdiri dari 230 kamar dan 27 villa. Hotel Pullman berlokasi di West Gate, Kuta Beach Park. Total investasi yang masuk ke proyek ini sekitar Rp 709 miliar dan sudah termasuk pembiayaan konstruksi, konsultan, dan juga management reserve. Nantinya hotel ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas bintang lima, seperti kolam renang, restoran, pool bar, ruang rapat, gym & spa, dan juga mushola. Hingga saat ini pembangunan hotel untuk pekerjaan SAP sudah mencapai 69,7 persen dan masih terus berpogres.