Keuntungan dan Risiko Invest Mandalika

Ada banyak jenis investasi, salah satunya adalah investasi properti yang cenderung banyak dilirik karena hampir tidak memberikan risiko kerugian, tetapi memiliki peningkatan harga yang signifikan. Meski begitu, investasi properti tidak dapat dilakukan dengan asal karena modal yang dibutuhkan untuk investasi ini tidak sedikit. Dengan kata lain, Anda perlu memilih lokasi yang menjanjikan untuk melakukan investasi.

Invest Mandalika merupakan investasi properti yang direkomendasikan. Pasalnya, Mandalika yang termasuk wilayah Lombok Tengah ini kini tengah dibangun sirkuit MotoGP dan berbagai fasilitas lainnya untuk meningkatkan sektor pariwisata di sana. Namun, sebelum berinvestasi, ada baiknya jika Anda mengetahui tentang keuntungan dan risiko investasi properti.

Risiko Investasi Properti

Investasi properti seperti invest Mandalika memiliki prospek yang menjanjikan. Namun, tetap saja ada risiko yang harus ditanggung oleh orang-orang yang memiliki aset properti yang diinvestasikan, yaitu sebagai berikut:

1. Investasi padat modal

Investasi yang padat modal adalah investasi yang dapat memberikan hasil yang semakin banyak apabila modalnya semakin besar. Karena itulah investasi properti seperti invest Mandalika termasuk investasi padat modal. Dengan sifatnya yang seperti ini, Anda akan membutuhkan banyak modal apabila menginginkan keuntungan yang besar.

2. Biaya transaksi tinggi

Berinvestasi di properti memang dapat memberikan banyak keuntungan kepada Anda. Namun, berinvestasi di sektor ini juga membutuhkan biaya transaksi yang tinggi, lebih tinggi dari berinvestasi di sektor lain. Ini karena Anda harus membayarkan biaya pajak yang berupa PPH sebesar 5%, yaitu pajak yang dikenakan bagi penjual dan BPHTB sebesar 5%, yaitu pajak yang dikenakan bagi pembeli.

3. Butuh waktu lama untuk membeli

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, berinvestasi di sektor properti seperti invest Mandalika membutuhkan biaya yang besar karena investasi properti merupakan investasi padat modal dan membutuhkan biaya transaksi yang tinggi. Selain itu, berinvestasi properti juga tidak dapat dilakukan secara asal. Anda perlu mencari properti yang sesuai dengan harapan dan hal ini tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Oleh karena itulah saat akan berinvestasi properti, Anda disarankan untuk mencari sebanyak mungkin properti untuk memilih satu yang diinginkan.

4. Beban perawatan

Berinvestasi di sektor properti tidak cukup dengan membeli properti dan mengharap keuntungan yang besar tanpa melakukan perawatan terhadap properti yang bersangkutan. Dengan kata lain, untuk mendapatkan peningkatan hasil dari investasi properti,Anda harus memastikan properti yang diinvestasikan dalam keadaan yang baik. Oleh karena itulah Anda akan menbutuhkan biaya tambahan untuk merawat dan menjaga kondisi bangunan agar tetap layak untuk disewakan. Dengan begitu, pendapatan yang diterima dari properti yang diinvestasikan pun dapat bertambah atau meningkat.

5. Penyusutan bangunan

Tidak seperti tanah yang sifatnya abadi, bangunan memiliki umur sehingga perlu direnovasi jika kondisinya sudah tidak memungkinkan. Umur bangunan bisa bervariasi antara 20, 30, atau 40 tahun tergantung dari kualitas bangunan, fungsi dan juga standar kekokohannya. Artinya, suatu saat Anda akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merenovasi bangunan yang dijadikan sebagai investasi properti agar tetap layak sebagai aset investasi, misalnya rumah Kuta Lombok untuk disewakan.

6. Risiko bencana alam

Risiko lain dari investasi properti seperti invest Mandalika adalah properti bisa hancur karena bencana alam, baik gempa, tsunami, tanah longsor, dan sebagainya, baik tanah dan bangunan. Meski hal ini dapat diatasi dengan asuransi, pertimbangan tetap dibutuhkan.