Lahan Sirkuit Mandalika sudah sampai mana?

Rencana pagelaran MotoGP dunia akan berlangsung di Mandalika, Lombok. Lantas kesempatan ini tidak disia-siakan oleh developer PT Properti TBK yang sudah menyiapkan proyek pembangunan hotel yang nantinya sudah bisa beroperasi saat MotoGP berlangsung di Mandalika. Kemungkinan pada bulan September tahun ini, proyek hotel bintang lima tersebut sudah selesai karena pagelaran MotoGP akan berlangsung pada bulan Oktober. Saat ini pembangunan hotel tersebut sudah mulai masuk ke tahap akhir.

Tidak hanya itu, lahan sirkuit Mandalika yang artinya akan digunakan untuk event MotoGP saat ini juga sudah mulai tahap pengaspalan. Lahan sepanjang 4,31 kilometer ini diberi nama Jalan Kawasan Khusus (JKK). Tahap pengaspalan jalan ini menandakan bahwa lahan sirkuit Mandalika sudah hampir selesai dan siap digunakan.

Perlu Anda ketahui, proses pengaspalan jalan dilakukan dalam tiga tahap, yakni AC Base sebagai lapisan pertama, AC Binder sebagai lapisan kedua, dan juga Surface SMA sebagai lapisan ketiga. Dikarenakan proyek Lahan sirkuit Mandalika ini adalah proyek besar, pemerintah secara khusus mengalokasikan anggaran dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 5 triliun sebagai insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jadi, dapat dikatakan jika seluruh biaya PPN terkait dengan pembelian properti masyarakat akan ditanggung oleh pemerintah.

PT Hutama Karya secara resmi menyatakan diri untuk turut ambil bagian dalam proyek lahan sirkuit Mandalika yang akan digunakan pada pagelaran MotoGP akhir tahun nanti. Lokasi lahan sirkuit ini berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau yang lebih dikenal dengan The Mandalika. Megaproyek milik Indonesia Tourism Development Corporation (TDC) ini melibatkan banyak pihak dan investor. Hal ini dikarenakan proyek lahan sirkuit Mandalika membutukan dana hingga ratusan miliar rupiah.

Proyek ini memang dinilai cukup strategis. Oleh karena itu, pihak perusahaan menggunakan proses pengadaan metode internasional untuk kompetesi lelang terbuka. Selain itu, syarat pelelangan juga sudah dijamin memenuhi semua ketentuan yang ada. Pembangunan megaproyek ini juga bekerja sama dengan PT Adhi Karya dengan menggunakan skema kerja sama operasi (KSO). Dalam proses pengerjaannya, proyek ini akan menggunakan teknologi sistem Building Information Modelling (BIM) yang akan mengontrol kesesuaian desain serta ketepatan waktu penyelesaiannya.

Pembangunan megaproyek ini juga mengerjakan paket II yang terdiri dari river training works, pembangunan jalan, jalur pasokan air, serta jaringan pipa dan drainase. Perwakilan dari PT Hutama Karya menegaskan bahwa proyek ini akan mengutamakan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE). Tujuannya adalah agar tidak ada kasus kecelakaan yang terjadi selama proyek berlangsung. Oleh karena itu, dapat dilihat jika pelaksanaan megaproyek ini menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona di area lokasi proyek.

Salah satu megaproyek dari The Mandalika ini digadang-gadang akan memberi dampak positif yang sangat besar terhadap peningkatan kondisi perekonomian masyarakat Lombok. Tidak hanya itu saja, proyek lahan sirkuit Mandalika ini juga diharapkan mampu menggerakkan kembali sektor pariwisata Pulau Lombok setelah pagelaran MotoGP berlangsung. Proyek ini akan mengalami percepatan setelah proses vaksinasi selesai dilakukan. Dengan begitu, maka proyek dapat selesai sebelum waktu yang ditentukan.

Cara ini juga sebagai bentuk normalisasi dalam sektor pariwisata setelah adanya wabah pandemi Covid-19 yang telah membuat kondisi pariwisata di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dengan kehadiran dua megaproyek di The Mandalika, harga tanah dijual di Kuta Lombok pun mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dengan demikian diharapkan perekonomian masyarakat bisa semakin sejahtera.