Tentang BTN Subsidi Lombok dan Perbedaannya dengan Rumah Non Subsidi

Berbanding terbalik dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah setiap tahunnya, ketersediaan lahan untuk tempat tinggal justru semakin berkurang. Akibatnya, harga tanah, rumah, maupun properti lain konsisten mengalami kenaikan harga dari tahun ke tahun. Semakin tingginya harga dapat membuat masyarakat berpenghasilan rendah kesulitan untuk memiliki rumah. Oleh karena itulah, pemerintah Indonesia memberikan keringanan dengan adanya rumah subsidi.

Rumah subsidi dapat dicicil menggunakan program KPR alias Kredit Pemilikan Rumah yang disalurkan oleh bank. Salah satu bank yang menyalurkan program KPR untuk rumah bersubsidi adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan salah satu daerah yang menjadi sasaran program adalah Lombok. Pasalnya, cukup banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang ada di sana sehingga dengan adanya program BTN subsidi Lombok ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian sendiri.

Rumah subsidi seperti BTN subsidi Lombok merupakan rumah yang dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau dari rumah non subsidi. Alasan mengapa rumah subsidi harganya lebih terjangkau adalah karena bunga KPR pada rumah telah disubsidi pemerintah dan Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) sehingga bunga KPR menjadi flat. Selain itu, pengajuan KPR untuk rumah subsidi dengan bunga flat pun dipermudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Perbedaan rumah subsidi dengan non subsidi adalah sebagai berikut:

1. Harga

Perbedaan yang paling mencolok antara rumah subsidi Lombok dan non subsidi dapat dilihat dari segi harga. Dengan harga properti yang semakin mahal, tidak sedikit bank yang menerapkan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sehingga pembeli rumah dapat membayar rumah dengan mencicil.

Saat seseorang mengambil KPR untuk membeli rumah non subsidi, ada suku bunga yang harus dibayarkan kepada bank. Namun, pada rumah subsidi seperti BTN subsidi Lombok, suku bunga yang harus dibayarkan akan tetap flat. Pasalnya, sebagian suku bunga kredit atas pembelian rumah subsidi telah dijamin oleh pemerintah.

Selain suku bunga yang flat, harga rumah subsidi juga lebih murah dari rumah non subsidi karena pembeli rumah subsidi tidak dikenakan PPN alias Pajak Pembangunan Negara.

2. Kualitas

Selain berbeda dari segi harga, rumah subsidi dan non subsidi juga memiliki perbedaan dari segi kualitas. Hal ini tidak aneh mengingat harga rumah subsidi yang lebih murah. Pada rumah subsidi, beberapa bahan atau material bangunan yang digunakan terkadang mengalami penurunan kualitas. Maksudnya, material yang digunakan bukan yang terbaik. Misalnya, dinding rumah yang menggunakan papan sehingga kekuatannya pun kalah dari dinding yang terbuat dari batu bata. Meski begitu, rumah subsidi tetap dibangun berdasarkan standar yang telah ditentukan. Oleh karena itulah masyarakat berpenghasilan rendah tetap dapat membeli rumah tersebut untuk mendapatkan hunian yang layak.

3. Ukuran

Rumah non subsidi dan rumah subsidi seperti BTN subsidi Lombok dapat juga dibedakan berdasarkan ukuran. Jika rumah non subsidi ukurannya dapat bervariasi dari tipe rumah yang berukuran kecil sampai rumah yang berukuran besar, rumah subsidi memiliki ukuran maksimal, yaitu 36 meter persegi. Artinya, rumah subsidi yang paling besar berupa rumah tipe 36. Rumah tipe ini memiliki ukuran yang tidak besar, tetapi cukup ideal bagi pasangan muda yang baru menikah. Rumah tipe 36 ini masih memiliki cukup ruang untuk dibangun jika nantinya ada anggota keluarga baru, tetapi juga tidak cukup besar sampai membutuhkan banyak waktu saat membersihkan.

4. Lokasi

Lokasi rumah subsidi dan non subsidi biasanya memiliki perbedaan yang mencolok jika dibandingkan. Pada rumah non subsidi, lokasi rumah bisa bervariasi, tetapi biasanya rumah terletak di lokasi yang strrategis atau bahkan terletak di pusat kota. Sebaliknya, rumah subsidi biasanya dibangun di pinggir kota sehingga akses ke fasilitas umum pun cukup jauh. Hal inilah yang menjadi salah satu kekurangan rumah subsidi. Meski begitu, rumah subsidi masa kini termasuk BTN subsidi Lombok mulai diproyeksikan sebagai bagian dari kota mandiri, yaitu suatu kota yang diproyeksikan akan terbentuk dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan cara ini, ruman subsidi pun dapat diberikan fasilitas yang berupa lokasi strategis seperti halnya rumah non subsidi. Artinya, bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mengajukan KPR untuk membeli rumah subsidi, sangat disarankan untuk memilih rumah subsidi yang lokasinya di lingkup kota baru yang tengah dikembangkan.

5. Proses renovasi

Salah satu kekurangan rumah subsidi adalah penggunaan material yang kualitasnya lebih rendah daripada material untuk membangun rumah non subsidi. Oleh karena itulah pemilik rumah subsidi harus berinisiatif untuk melakukan renovasi terhadap rumah tersebut. Sayangnya, rumah subsidi tidak seperti rumah non subsidi yang dapat dirombak atau direnovasi kapan pun. Dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun bagi rumah subsidi agar dapat direnovasi. Penyebabnya adalah adanya aturan tidak boleh mengubah bentuk fisik rumah sedikit pun dalam jangka waktu dua tahun. Artinya, pemilik rumah subsidi harus bersabar setidaknya selama dua tahun sebelum diperbolehkan untuk merenovasi rumah menjadi sesuai dengan keinginan.

Tips Membeli Rumah Subsidi

Mengingat kualitas BTN subsidi Lombok dan rumah subsidi lainnya yang menggunakan material dengan kualitas yang lebih rendah dari material rumah komersial non subsidi, dibutuhkan tips membeli rumah subsidi agar tidak mendapatkan rumah subsidi yang berkualitas buruk.

1. Kunjungi rumah contoh dan lokasi proyek

Pastikan mengunjungi rumah contoh dan lokasi proyek rumah subsidi sebelum memutuskan untuk membeli. Hal ini sangat penting karena dengan melihat langsung rumah contoh dan lokasi proyeknya, Anda dapat memperhatikan detail-detail rumah subsidi yang ditawarkan.

2. Perhatikan kualitas bangunan

Perhatikan juga kualitas bangunan agar dapat menilai seberapa baik kualitasnya. Kualitas rumah subsidi memang tidak sebagus rumah non subsidi. Namun, dengan memperhatikan kualitas bangunan, Anda akan dapat memiliki hunian alternatif dengan harga yang lebih murah dari rumah non subsidi. Selain memastikan material yang digunakan, disarankan juga untuk memperhatikan interior rumah termasuk cat, plafon, dan keramik.

3. Cari tahu track record developer

Track record developer wajib diperiksa karena merekalah yang bertanggung jawab dalam mengembangkan rumah subsidi yang akan dibeli, seperti BTN subsidi Lombok. Apabila track record developer-nya bagus, maka Anda dapat menghindari penipuan yang berkedok rumah murah. Anda juga dapat memperkirakan kualitas bangunan dari developer yang bersangkutan dari track record mereka.

4. Cari tahu metode pembayaran

Metode pembayaran tidak kalah penting untuk diketahui sebelum memutuskan untuk membeli rumah subsidi. Pasalnya, rumah subsidi biasanya hanya dapat dibeli dengan metode KPR FLPP, yaitu kependekan dari Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Namun, disarankan untuk mencari tahu tentang metode pembayaran lain dengan cara mencari info lebih lanjut dari developer.