Memutuskan untuk membeli rumah dan tanah menjadi hal yang harus mendapat perhatian dan pertimbangan matang. Hal ini karena membeli sebuah rumah ataupun tanah merupakan salah satu investasi jangka panjang yang beresiko tinggi. Jika Anda membeli rumah atau tanah yang salah, maka bukan tidak mungkin nantinya Anda akan menyesal, terutama jika berkaitan dengan harga. Oleh karena itulah, Anda harus memiliki kemampuan negosiasi yang mumpuni dengan penjual tanah sebelum mulai melakukan proses tawar-menawar.

Tidak ada salahnya untuk belajar tentang cara negosiasi saat menentukan harga tanah di Lombok

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membeli tanah. Anda bisa membeli tanah secara langsung ataupun melalui agen. Melakukan negosiasi saat transaksi jual beli tanah adalah cara yang tepat untuk mendapatkan tanah dengan harga yang sesuai bujet dan harga jualnya. Di bawah ini adalah berbagai macam tips negosiasi harga tanah di Lombok yang dapat Anda terapkan.

Ketahui Harga Pasar

Jika Anda sudah mendapatkan tanah yang ingin dibeli, maka Anda perlu memastikan harga yang ditawarkan oleh pemilik sudah sesuai. Supaya Anda merasa yakin dan cocok dengan harga tanah di Lombok yang ditawarkan, maka sebaiknya terlebih dahulu Anda sudah mengetahui harga tanah di pasaran. Setiap tanah di berbagai daerah dan kondisi tertentu pasti memiliki harga yang berbeda. Tentu tips ini tidak bisa Anda lewatkan demi mendapatkan harga tanah yang sesuai.

Tidak Terbawa Emosi

Anda perlu melihat tanah secara objektif. Sebaiknya Anda jangan terlalu terbawa perasaan supaya tidak condong dengan satu lokasi tanah saja. Biasanya jika sudah terbawa emosi, maka Anda tidak akan mendapatkan keuntungan saat menetapkan harga.

Bersiap Kompromi

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membeli tanah adalah melakukan kompromi saat melakukan negosiasi. Akan tetapi, saat berkompromi, Anda juga tetap harus dalam kendali. Disarankan untuk bersikap fleksibel dan mengajukan harga yang sesuai dengan hasil survei Anda. 

Biasanya jika sudah menyukai tanah dengan lokasi tertentu, Anda akan cenderung tertarik dan tidak bersikap objektif. Nah, sebaiknya Anda tidak melakukan hal tersebut. Anda perlu melakukan survei hingga empat kali supaya mendapatkan analisis harta yang tepat.

Dasar Penawaran dari Cash Flow

Saat mulai melakukan penawaran, Anda harus menghitung potensi keuntungan. Caranya adalah dengan membuat perbandingan harga pasar, harga transaksi, hingga harga likuidasi. Dengan begitu, maka Anda bisa memperkirakan potensi cashback yang akan didapat. Kemudian Anda bisa mulai menghitungkan potensi cash flow.

Menentukan Batas Maksimal Penawaran

Ciri-ciri investor yang baik adalah yang sudah memiliki persiapan sebelum melakukan negosiasi. Dengan begitu, saat proses negosiasi berlangsung, Anda dapat menentukan batas maksimal dari harga yang dapat ditawarkan. Akan tetapi, jika Anda mulai melihat dari pihak penjual terlihat tidak menerima harga penawaran tersebut, maka lebih baik negosiasi segera dihentikan. Mengapa? Karena hal tersebut justru akan membuat Anda membuang-buang waktu.

Tidak Menyebut Harga Terlebih Dahulu

Saat akan mengawali proses negosiasi, jangan menjadi pihak pertama yang menyebutkan harga. Anda perlu membiarkan pihak penjual menyebutkan harga jualnya hingga nanti mendapatkan harga yang sudah disepakati pada proses penawaran. Jika pihak penjual sudah menyebutkan harga pertama, barulah Anda menanyakan harga penawaran.

Tawar dengan Harga Lebih Rendah

Saat mengajukan penawaran harga, Anda dapat memberi harga yang lebih rendah daripada harga transaksi yang diberikan oleh pihak penjual. Contohnya jika harga tanah di Lombok memiliki nilai transaksi Rp 1 miliar, Anda bisa mengajukan penawaran dengan harga sekitar Rp 600 juta hingga Rp 800 juta. Rentang harga tersebut bisa Anda gunakan untuk melakukan negosiasi.

Jangan Mau Dipengaruhi

Biasanya saat melakukan negosiasi, akan muncul pengaruh dari pihak penjual ketika pertama kali melihat tanah yang dijual. Jika Anda tidak memiliki kemampuan mumpuni tentang properti, maka semua keputusan akhir merupakan keputusan dari penjual, bukan keputusan bersama. Dari sinilah proses survei dan mendapat pengetahuan yang cukup tentang properti tanah diperlukan.

Jangan Terburu-buru Mengatakan Deal

Biasanya pihak pembeli yang sudah tertarik pada suatu tempat, maka cenderung akan cepat mengatakan deal. Anda perlu menunggu beberapa waktu untuk memberi kesempatan kepada si penjual terkait dengan proses penawaran harga, apakah disetujui oleh penjual atau tidak.

Meminta Tenggang Waktu

Jika sudah mendapatkan kesepakatan, biasanya masih ada proses negosiasi lanjutan dengan tujuan menentukan jangka waktu pembayaran. Anda perlu meminta tenggang waktu yang lebih lama terkait proses pencairan. Dapat dipastikan pihak penjual akan menerima permintaan Anda terkait dengan tenggang waktu.

Demikian beberapa tips negosiasi harga tanah di Lombok yang dapat Anda lakukan saat sedang membeli tanah.

Semoga bermanfaat! 😄